Tampilkan postingan dengan label Istana Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istana Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Agustus 2012

Bid'ah Menurut Wahabi

ini tulisan lawas yg terpaksa saya posting lagi krna byk wahabi yg masalhin maulid...

Untuk para teman salafi yg masih aja bingung tentang maulid.... silakan baca dulu dan jika masih ada yg tdk berkenan silakan tanya...

Seperti anda tau perayaan maulid itu sebuah kegiatan yg isinya tholabul ilmi, shodaqoh, dzikir n tauziyah, nah anda pasti sangat faham dalil2 ttg tholabul ilmi, shodaqoh, dzikir n tauziyah, sudah byk bertebaran diseantero FB, silakan cari sendiri

Nah yg mnjadi masalah disini adalah bgmanakah Dalil dari “PERAYAAN MAULID” bnar tidak?
sampai2 anda menanyakan “MANA DALILNYA?”

Saya mungkin akan jelaskan sedikit, saya mulai dari suatu kaidah dalam ushul fiqh yg sering didengung2kan oleh para Salafi,

“Asal semua ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang menghalalkannya atau menyuruhnya”..

Nah dari kaidah ini sesuatu yg diangap ibadah selalu muncul pertanyaan
“mana dalilnya?” krn sifat dri ibadah yg tauqif

Permasalahnya adalah utk ibadah apakah kaidah diatas ?
Saya akan coba mengambil dari kitab,

الأصل في العبادات التوقيف

وفي هذه الليلة أود أن أقف عند قضية أساسية في العبادات جميعاً وهي قاعدة معروفة عند أهل العلم، " أن الأصل في العبادات التوقيف " كما "أن الأصل في المعاملات والعقود الإباحة"، وهذه قاعدة نفيسة ومهمة جداً ونافعة للإنسان، فبالنسبة للعبادات لا يجوز للإنسان أن يخترع من نفسه عبادةً لم يأذن بها الله عز وجل، بل لو فعل لكان قد شرع في الدين ما لم يأذن به الله، فلم يكن لأحدٍ أن يتصرف في شأن الصلاة أو الزكاة أو الصوم أو الحج زيادة أو نقصاً أو تقديماً أو تأخيراً أو غير ذلك، ليس لأحد أن يفعل هذا، بل هذه الأمور إنما تتلقى عن الشارع، ولا يلزم لها تعليل، بل هي كما يقول الأصوليون: غير معقولة المعنى، أو تعبدية، بمعنى أنه ليس في عقولنا نحن ما يبين لماذا كانت الظهر أربعاً، والعصر أربعاً، والمغرب ثلاثاً، والفجر ركعتين، ليس عندنا ما يدل على ذلك إلا أننا آمنا بالله جل وعلا، وصدّقنا رسوله صلى الله عليه وسلم، فجاءنا بهذا فقبلناه، هذا هو طريق معرفة العقائد وطريق معرفة العبادات، فمبناها على التوقيف والسمع والنقل لا غير، بخلاف المعاملات والعقود ونحوها، فإن الأصل فيها الإباحة والإذن إلا إذا ورد دليل على المنع منها، فلو فرض مثلاً أن الناس اخترعوا طريقة جديدة في المعاملة في البيع والشراء عقداً جديداً لم يكن موجوداً في عهد النبوة، وهذا العقد ليس فيه منع، ليس فيه رباً ولا غرر ولا جهالة ولا ظلم ولا شيء يتعارض مع أصول الشريعة، فحينئذٍ نقول: هذا العقد مباح؛

bahwa yg dinamakan ibadah sifatnya tauqif adalah sudah ditetapkan dan tidak boleh ditambah2 atau dikurangi atau mendahulukan atau melebihkan atau apapun itu….
Dan ini beda dengan muamalah yg asalnya boleh sampai ada dalil yg melarangnya…
Nah sekarang kita lihat apakah sbnarnya ibadah tauqif itu….

التوقيف في صفة العبادة
العبادة توقيفية في كل شيء، توقيفية في صفتها -في صفة العبادة- فلا يجوز لأحد أن يزيد أو ينقص، كأن يسجد قبل أن يركع مثلاً أو يجلس قبل أن يسجد، أو يجلس للتشهد في غير محل الجلوس، فهيئة العبادة توقيفية منقولة عن الشارع

tauqifi dalam sifat ibadah
ibadah itu tauqifi dalam semua hal. dalam sifatnya,,,
maka tidak boleh untuk menambah dan megurangi. seperti sujud sebelum ruku', atau duduk sebelum sujud, atau duduk tasyahud tidak pada tempatnya...oleh karena itu, yang namanya ibadah itu tauqifi dinuqil dari syari' ( allah )

التوقيف في زمن العبادة
زمان العبادة توقيفي -أيضاً- فلا يجوز لأحد أن يخترع زماناً للعبادة لم ترد، مثل أن يقول مثلاً

tauqifi dalam waktu pelaksanaan ibadah
waktu pelaksanaan ibadah juga tauqifi. maka tidak boleh seseorang itu membuat buat ibadah di waktu tertentu yang syari' tidak memerintahkannya.

التوقيف في نوع العبادة
كذلك لابد أن تكون العبادة مشروعة في نوعها، وأعني بنوعها أن يكون جنس العبادة مشروعاً، فلا يجوز لأحد أن يتعبد بأمر لم يشرع أصلاً، مثل من يتعبدون بالوقوف في الشمس، أو يحفر لنفسه في الأرض ويدفن بعض جسده ويقول: أريد أن أهذب وأربي وأروض نفسي مثلاً، فهذه بدعة!

tauqifi dalam macamnya ibadah
begitu juga ibadah juga harus disyaratkan sesuai dg syari'at..artinya termasuk dari jenis ibadah yang disyariatkan. maka tidak sah bagi orang yang menyembah sesuatu yang tidak disyariatkan, seperti menyembah matahari. atau memendam jasadnya sebagian sembari berkata : saya ingin melatih badanku misalkan. ini semua bid'ah.

التوقيف في مكان العبادة
كذلك مكان العبادة لابد أن يكون مشروعاً، فلا يجوز للإنسان أن يتعبد عبادة في غير مكانها، فلو وقف الإنسان -مثلاً- يوم عرفة بالـمزدلفة فلا يكون حجاً أو وقف بـمنى، أو بات ليلة المزدلفة بـعرفة، أو بات ليالي منى بالـمزدلفة أو بـعرفة، فإنه لا يكون أدّى ما يجب عليه، بل يجب أن يلتزم بالمكان الذي حدده الشارع إلى غير ذلك.

begitu juga tauqifi dalam tempat ibadah.
maka ini juga harus masyru'. maka tidak boleh beribadah tidak pada tempat yang sudah disyari'atkan. seperti jika seseorang wukuf di muzdalifah, maka ini bukan haji. atau wuquf dimina, atau bermalam ( muzdalifah ) di 'arafah, dan sebaliknya, maka ini semua bukanlah sesuatu yang masyru'. kita wajib melaksanakan ibadah sesuai tempat yang sudah disyari'atkan oleh syari'

Nah dari penjelasan kitab diatas dpt ditangkap 4 point, dan bila diperhatikan maka disitu didapat kesimpulan bahwa ibadah yg sifatnya tauqif itu adalah ibadah mahdoh… faham??
Jadi yg dimaksd ibadah dalam kaidah “Asal semua ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang menghalalkannya atau menyuruhnya”..
adalah ibadah yg sifatnya mahdoh saja, bukan semua ibadah

Nah untk bisa membedakannya ibadah harus dilihat wasail (perantara) dan maqoshidnya (tujuan)
Utk ibadah yg sifatny mahdoh Cuma ada maqoshid, sedangkan utk goer mahdoh ada maqoshid ada wasail

Ok… langsg contoh saja….biar gampang, perhatikan baik2 mz….

Sholat, sudah jelas krna ibadah yg dzatny adalah ibadah, maka yg ada Cuma maqoshid (tujuan) tidak ada wasail

Anda menulis di FB, Kegiatan mnulis sendiri itu bukan ibadah maka hukumnya mubah
Tapi krna anda mengharapkn ridho Allah dalam rangka dakwah dgn jlan menulis di FB maka dlam Islam ini berpahala dan termasuk ibadah
(wasailnya anda menulis di FB, maqoshidnya mengharapkan ridho Allah dalam rangka berdakwah)
Tapi jika anda menganggap kegiatan menulis ini sebuah ibadah yg dzatnya adalah ibadah seperti ibadah mahdoh sudah pasti ini namanya bid’ah dholalah

Saya kasih contoh lagi, kegiatan pengajian dan tabligh, awalnya bntuk kedua kegiatan ini bukan ibadah dan tdk ada contoh dri rasul jadi hukumnya mubah, tapi krna isi dari kegiatan ini adalah ibadah macam (tholabul ilmi dan tauziyah atau bahkan dakwah) maka kegiatan pengajian n tabligh insyaallah brpahala n brnilai ibadah
(wasailnya kegiatan pengajian n tabligh, maqoshidnya mengharapkan ridho Allah dalam rangka holabul ilmi n berdakwah)
Sekali lagi jika anda menganggap kegiatan pengajian n tabligh ini sebuah ibadah yg dzatnya adalah ibadah seperti ibadah mahdoh sudah pasti ini namanya bid’ah dholalah

Rabu, 15 Agustus 2012

Lailatul Qadar

Beberapa shahabat Nabi pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir. MakaRasulullah bersabda:
“Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir. ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Dalam riwayat Muslim dengan lafazh:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan. ” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Yang lebih khusus lagi adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang Lailatul Qadar:
“(Dia adalah) malam ke-27. ” (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, dalam Shahih Sunan Abi Dawud. Sahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu menegaskan:
Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27. (HR. Muslim)

Dengan demikian dapat diberi kesimpulan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadan, terutama pada malam tanggal ganjil.

Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:
“Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak shalat keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27).”


Senin, 13 Agustus 2012

Bulan Ramadhan

Ketika kita dengan sabar mengantre di restoran-restoran yang berjejer pada sebuah Mall, ketika kita dengan senang melihat lebih dari sepuluh jenis masakan di meja makan kita yang enak-enak, ketika kita menginginkan kolak dengan rasa manis dan pisang yang lembut, ada dimensi lain diluar itu, ada dunia lain di luar kita yang tak tersentuh oleh kekuatan keinginan untuk makan. Dunia tanpa daya, dunia tanpa kemanusiaan.

Bulan Ramadhan bukanlah sebuah bulan dengan ensiklopedi kuliner, bulan Ramadhan bukanlah bulan yang memanjakan telinga kita dan mata kita melihat di TV ustad-ustad dengan pakaian perlente, kumis yang rapi dan cambang yang digunting seperti sebuah taman jepang lalu bicara ayat sambil hidupnya penuh kemewahan, bukan...saudara-saudara....bukan itu, Islam mengajarkan kita bahwa pada bulan Ramadhan kita mampu membahasakan diri kita dalam bahasa kemanusiaan, bukan bahasa egois kepuasan, bukan bahasa kesombongan spiritual, bukan bahasa penghinaan terhadap orang miskin yang diinjak-injak oleh kaum miskin lainnya rebutan dzakat 50 ribu.

Islam mengajarkan kemuliaan hidup, dan kemuliaan hidup adalah pada kesederhanaan, pada pengenalan diri sendiri, pada kemampuan kita mencari jalan Allah swt, mencari jalan keikhlasan, menemukan rumah kesabaran. Tapi betapa banyak dari kita yang menjadi raksasa bagi diri sendiri, dengan berpuasa kita menyimpan energi kejahatan dalam diri kita, kita berpuasa untuk keegoisan kita, menumpulkan rasa kemanusiaan kita, menganggap kitalah yang paling menderita karena tak makan dan tak minum dalam sekian jam, padahal puasa itu adalah melatih agar manusia mampu berpikir, bertindak dan berbahasa secara kemanusiaan.

Percayalah pada kalam Allah swt dalam Al Qur'an, percayalah pada ucapan-ucapan suci Nabi Muhammad swt yang merupakan ucapan kesadaran tinggi seorang manusia, bahwasanya di dalam harta kita terkandung hak orang lain, terkandung hak dari mereka yang tidak bisa mendapatkan kenikmatan dunia karena kegagalan kita memahami kemanusiaan.

Karena ketika engkau berlatih dalam keIslamanmu maka dengan sendirinya engkau terlatih menyentuh hatimu dengan rasa kemanusiaan, jalani Islam dengan hatimu, dengan seluruh rumah kesadaranmu, maka kelak kau akan malu ketika makan mewah di bulan puasa, 'adakah hak dari orang miskin dan sengsara yang sudah aku makan?

Sabtu, 11 Agustus 2012

Keluarga Adalah Syurgaku

Keluarga, adalah ibarat miniatur surga
yang di anugrahkan kepada manusia,
sebagai bukti kasih sayang Allah Subhanahu Wata'ala
kepada hambanya..

Disana adalah
tempat berteduh dan muara terakhir
bagi siapapun, setelah lelah
beraktifitas seharian dengan dunia,
dan atau dengan diri sendiri.Disana
juga adalah tepat berbagi dan
merebahkan sejenak hati yang jenuh,
untuk kemudian menjadi segar
kembali..

Maka lihatlah betapa jika seseorang
tiada lagi memiliki keluarga yang
nyaman untuk tempatnya kembali,
maka di dunia seluas apapun dia
berada, maka terasa batinnya akan
menjadi gelandangan yang tanpa
tujuan dan gersang walau sebanyak
apapun kepemilikan dunia telah di
genggamnya..

Dan keluarga yang melandaskan hati
mereka kepada Allah, maka tak lain
akan hadirnya kasih sayang dan
keteduhan..

Sebaliknya bila ada salah
satu hati yang tidak lagi kompak dan
menyisihkan Allah dari berbagai
urusan mereka, maka seperti sebuah
bom waktu yag tengah di pasang,
maka tinggal tunggulah saja
kehancuran dari keluarga tersebut..

Sungguh memang tak mudah
menyatukan beberapa kepala, yang
tumbuh tentunya dengan berbagai
prinsip dan kepentingan serta sifat
yang berbeda..

Namun satu hal yang
lagi- lagi harus kita ingat, bahwa tidak
ada yang tidak mungkin jika atas nama
Allah..

Dan ketika kita meletakkan satu
prinsip kita atas aturan Allah dan
mengembalikan semua masalah
dengan aturan sesuai dengan Al quran
dan hadist, maka betapapun berbeda
kita, maka segalanya akan terasa
sama. Allah Subhanahu Wata'ala adalah penyatu hati
dan pikiran, serta penyejuk jiwa yang
bergejolak dalam perbedaan..

Selanjutnya, komunikasi yang sehat
dalam rangka berikhtiyar menjaga
keutuhan dan kebersamaan antar
keluarga adalah juga mutlak
diperlukan..

Maka jangan suguhkan
kata- kata sampah ataupun raut muka
yang tidak menyejukkan disana..

Hawa
negatif sama sekali tidak akan
memperbaiki keadaan kecuali hanya
semakin memperburuknya..

Tidak ada
orang yang bisa mengerti dan mau
dimengerti dengan bahasa yang
negatif, dan sekasar apapun manusia,
namun diapun pasti berharap untuk
ditegur dan diperlakukan dengan
sangat santun. Sekali lagi, jika
pengertian dan kasih sayang telah kita
niatkan kepada keluarga kita atas
nama Allah, maka tidak akan ada yang
sulit untuk melakukanya..

Disinilah
akhirnya kualitas kita sebagai manusia
dan anggota keluargapun teruji..

Dan
bagaimana akhirnya kualitas tersebut,
kita bisa menjadi saksi atas diri kita
sendiri..

Maka jauhkanlah kemarahan dan
cuaca neraka ketika kita ada di
dalamnya..

Sejuknya sebuah
pengertian dan kestabilan diri dalam
mengontrol emosi, menjadikan
keluarga terasa bagai oase kecil yang
mewujud nyata dari sebuah kasih
sayang Sang maha kuasa.
Maka terbiasakanlah kelembutan dan
kasih sayang hadir disana..

Karena
bagai sebuah oase hidup, keluarga
akan menjadi tempat yang sangat
dirindukan untuk kembali, ketika
dimanapun jasad kita berada..

Dan jika sekarang kita adalah bagian
dari seseorang yang berada dalam
ambang kehancuran sebuah keluarga,
ataupun dalam masa penyembuhan
dari keretakan yang terjadi atas
keluarga kita, yakinlah bahwa tidak ada
kata terlambat, jika kita masih mau
berbuat sesuatu..

Walaupun akhirnya
nanti, tidak semua keinginan kita
terpenuhi, namun pastilah Allah tidak
akan sia- sia dalam memberikan
episode kehidupan kepada kita..

Berbagai hikmah serta pelajaran bisa
kita ambil, untuk menjadikan diri kita
lebih baik dari yang pernah ada
sebelumnya..

Dan sebuah keluarga yang
menentramkan sebenarnya adalah
yang menjadi impian bahkan bagi
seburuk- buruk manusia..

Disanalah
dia tercetak menjadi pribadi seperti
apa, dan tergambar dengan
bagaimana cara dia menghadapi
hidup dan kehidupannya selanjutnya..

Dan hanya keluarga yang memiliki dan
melandaskan segalanya hanya kepada
Allah Subhanahu Wata'ala sajalah, yang akhirnya akan
menemukan arti sejati dari apa yang
disebut dengan kerukunan dan
kebahagiaan..

Selasa, 07 Agustus 2012

Sudahkahkah kita tergetar ketika mendengar Nama Beliau

Baginda Rasulullah SAW seagung-agung makhluk yang paling diCintai ALLAH daripada semua Ciptaan-NYA..ALLAH SWT sangat mencintai Beliau ( Rasulullah SAW ) dan mencintai Beliau ( Rasulullah SAW ) bagi kita adalah kesempurnaan iman.
Sudahkahkah kita tergetar ketika mendengar Nama Beliau
ketika kamu mendengar nama " Rasul ALLAH Muhammad SAW " apa yang kamu Rasakan dihatimu ??
Jika tidak ada Baginda Rasulullah SAW
adakah kita akan mengenal ALLAH SWT
adakah kita akan mengenal adzan
adakah kita akan mengenal agungnya sholat
adakah kita akan mengenal kalimat Agung LAILAHAILALLAH
adakah kita akan mengenal kalimat SUBHANALLAH WABIHAMDIHI
adakah kita aakan mengenal Indahnya DOA
adakah kita akan mengenal indahnya Akhlak

tidak akan sempurna Iman seseorang jika tidak menempatkan cinta kepada Baginda Rasulullah SAW sebagai yang paling utama.

tidak akan sempurna Iman seseorang jika kita belum mencintai Baginda Rasulullah SAW melebihi cinta kita kepada siapapun yang kita cintai.

mari kita Renungkan kembali kalimat Syahadat yang merupakan inti dari tauhid kita kepada ALLAH SWT

asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah

Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad saw adalah Rasul / utusan Allah.

Subhanallah...

ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD, WA AALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM

Senin, 06 Agustus 2012

Syarifah Nafisah Ra

Seorang Syekh Sufi menuturkan, ada seorang pejabat kerajaan yang hendak menyiksa seseorang dari kalangan rakyat biasa. Orang ini lalu mencari perlindungan kepada seorang wanita yang zuhud, zahidah, putrid keturunan Rasulullah SAW, Syarifah Nafisah binti Hasan bin Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Wanita yang rajin ibadahnya itu kemudian mendoa’kan tamunya. Kepada orang itu, Syarifah Nafisah berpesan :
”Allah yang maha kuasa akan menutupi mata orang zalim, sehingga ia tidak bisa melihatmu.”
Orang itu lalu pergi. Sampai ditengah keramaian orang, disana sudah ada pejabat kerajaan bersama para pengawalnya. Pejabat itu bertanya kepada para pengawalnya,
“Dimana si Fulan?”
“Dia ada dihadapanmu, Tuan”. Mereka menjawab.
“Demi Allah, aku tidak melihatnya” ujar pejabat itu.

Berulang kali ia mencoba meyakinkan diri, tapi ia memang tidak melihat si Fulan. Para pengawalnya laku menceritakan kepada pejabat itu bahwa orang itu sebelumnya telah mengunjungi Syarifah Nafisah dan minta didoa’kan olehnya. Setelah berdoa’, Syarifah Nafisah mengatakan bahwa Allah SWT akan menutupi penglihatan orang yang akan berbuat zalim kepadanya.

Mendengar cerita itu, si pejabat merasa malu dan menyadari kesalahannya. Ia menundukkan kepala seraya berkata:
“Kalau begitu kezalimanku telah mencapai tingkat sedemikian rupa, sehingga karena doa’ manusia saja Allah SWT telah menutupi mataku dari melihat orang yang terzalimi! Ya Allah, aku bertobat kepadamu.”
Ketika pejabat itu mengangkat mukanya lagi, dia melihat orang yang dicarinya berdiri dihadapannya. Dia pun lalu mendoa’kan orang itu, mencium kepalanya dan menghadiahi seperangkat pakaian bagus. Dan tentu saja, membebaskannya dengan rasa kasih.

Selasa, 31 Juli 2012

Kumpulan Doa Sehari-hari

Assalamualaikum para jama'ah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah . Ternyata, dalam sehari beberapa kali kita membicarakan orang lain secara negatif atau dalam bahasa jawa disebut "ngrasani/ghibah". Coba, rekan-rekan majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah hitung berapa kali dalam sehari kita membicarakan orang lain secara negatif ?. Padahal, dalam hadits nabi di Sabdakan bahwa, selain berdosa, orang yang kita bicarakan akan diberikan pahala, dengan memotong pahala orang yang membicarakan. Maka dari itu para jama'ah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah, mari kita kurangi dan tahan untuk membicarakan orang lain. Selalu ingat kepada Allah dan berdoa agar tidak membicarakan orang lain. Wassalamualaikum.

Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya, “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi lalu berkata, "Ghibah ialah engkau menceritakan tentang sesuatu mengenai saudaramu yang dia benci." Sahabat kembali bertanya, "Wahai Rasulallah, bagaimana bila yang diceritakan itu memang benar ada padanya?" Jawab Rasulullah, "Kalau memang itu benar ada padanya, maka ghibah namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan (mengada-ada)" (HR. Muslim, Turmudzi, Ahmad, Darimi).
majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Senin, 30 Juli 2012

Al Kisah Pedagang Susu Yang Curang

Diceritakan majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah ada salahsatu pedagang susu yang sedang naik kapal laut, dia membawa satu kantongan yang berisikan uang uang dinar hasil dari penjualan dagangannya itu susu, juga dia membawa seekor kera miliknya, secara tiba tiba kera miliknya itu menyambar kantongan uang milik pedagang tersebut dan membawanya lari ke atas layar kapal, lalu di buka kantongan yang berisi uang uang dinar itu oleh kera tersebut dan kepingan kepingan dinarnya di lempar lemparkan ke dalam laut. Sipedagang nampaknya juga tidak melakukan sesuatu untuk memberhentikan ulah kera miliknya itu. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah.

Kemudia kera itu turun dan membawa kantongan uang itu, ternyata yang tersisa separoh dan separohnya telah di buang, orang orang di kapal yang melihat kejadian itupun menegor si pedagang susu, mereka berkata: mengapa tidak kamu hentikan ulah keramu itu ??? saya sengaja tidak hentikan karena saya tau benar ma'na dari kejadian ini dan ALLAH ingin memberi pelajaran untuk aku majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah, saya ini seorang pedagang susu dan saya selalu mencampuri susu dagangan saya dengan air jadi susunya sudah tidak murni lagi tetapi saya tetap katakan pada pelanggan saya ini susu murni .Maka harganya air kembali ke air dan harganya susu tetap ada tersimpan di kantonganku ini .

Majlis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah

Minggu, 29 Juli 2012

Habib Zein bin Smith

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam semesta bersama majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah. Saya memohon kepada Allah agar dianugerahi keterbukaan yang jelas di majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah, serta keyakinan dan kemampuan yang sempurna. Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, Raja Yang Maha Benar dan Maha Pemberi penjelasan. Dan saya bersaksi pula bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, yang jujur dan terpercaya, dan pastinya majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah.

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk menjadi baik, maka Allah akan menjadikannya orang yang memahami agama.”

Kemudian shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepadanya, keluarga dan para sahabatnya, seluruh Nabi dan Rasul, serta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikut mereka hingga hari kiamat.(majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Amm ba’d. Ini majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah adalah risalah singkat yang memuat kewajiban-kewajiban keagamaan yang terdiri dari ilmu tentang Islam, Iman dan Ihsan, yang disebutkan dalam hadits Jibril AS, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya, dari Umar bin Al-Khatthab RA, yang diketahui oleh seorang mukallaf, dan yang buahnya akan kembali kepada dirinya. Sayyid Al-Imam Syaikhul Islam Abdullah bin Alwi bin Muhammad Alhaddad RA berkata, “Saya ingin menjelaskan dalam suatu risalah yang menyeluruh tentang hadits Jibril saat datang menemui Nabi SAW yang saat itu sedang berada di tengah-tengah para Sahabatnya. Nabi SAW berkata sesudah Jibril keluar, ‘Dia adalah Jibril yang datang kepadamu sekalian untuk mengajarkan kepadamu tentang agamamu.’ “ (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Makna ucapan Nabi SAW ini merupakan isyarat bagi pemberian ijin untuk mengumpulkan apa yang dapat kita capai dengan ilmu kita yang dangkal dan pemahaman kita yang pendek, yang dapat merupakan penjelasan terhadap kandungan hadits tersebut diatas. Karena itu kami memohon kepada Allah agar Dia melapangkan dada kami, dan memudahkan segala urusan kami. Sesungguhnya Dia Maha Agung, Maha Pengampun, Maha Penyantun, lagi Maha Menerima Syukur.

Kami awali uraian kami dengan menjelaskan sebuah hadits majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah,

“Diriwayatkan dari Umar bin Al-Khatthab RA, beliau berkata, ‘Pada suatu hari, di saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba muncullah seorang laki-laki yangsangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, dan tidak terlihat bekas-bekas bahwa dia datang dari jauh, dan tidak ada seorang pun diantara kami yang mengenalinya, sampai dia duduk di depan Nabi SAW, dan menempelkan kedua lututnya dengan kedua lutut Nabi, seraya meletakkan kedua telapak tangannya di kedua paha beliau. Kemudian dia berkata, ‘Ya Muhammad, jelaskan kepadaku tentang Islam?’

Rasulullah SAW menjawab, ‘Islam ialah hendaknya angkau bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah rasul-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan melaksanakan haji jika engkau mampu.’

Laki itu berkata, ‘Engkau benar’. Maka kami pun merasa heran terhadap laki-laki itu, dia bertanya tapi dia juga membetulkan (jawabannya). Selanjutnya dia berkata, ‘Terang pula kepadaku tentang Iman?’

Rasulullah SAW menjawab, ‘Iman ialah hendaknya engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada taksir baik dan buruknya.’ majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

‘Engkau benar’, kata laki-laki itu. Seterusnya dia berkata, ‘Jelaskan kepadaku tentang Ihsan?’

NAbi SAW menjawab, ‘Ihsan ialah hendaknya engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.’

Laki-laki itu berkata, ‘Jelaskan pula kepadaku tentang hari kiamat?.’

Nabi SAW menjawab, ‘Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.’

Laki-laki itu berkata lagi, ‘Katakan kepadaku tentang tanda-tandanya (kiamat)?’

Nabi SAW menjawab, ‘(Tanda-tandanya ialah) jikaseorang budak perempuan telah melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, telanjang, papa, dan penggembala kambing, berlomba-lomba membangun rumah-rumah yang tinggi.’

Kemudian laki-laki itu meninggalkan kami dan hilang begitu saja. Lalu Nabi SAW berkata, ‘Wahai Umar, tahukah engkau siapakah laki-laki yang bertanya tadi?’

‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu,’ jawabku. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Nabi SAW berkata, ‘Dia adalah Jibril yang datang kepada kamu sekalian untuk mengajarkan kepadamu tentang agamamu.’ “ (HR. Muslim)

Hendaknya diketahui bahwa hadits tersebut, selain memuat 3 rukun agama, yaitu rukun Islam, Iman dan Ihsan, juga memuat jenis-jenis ilmu ketiga rukun agama tadi.

Ilmu figih, yaitu ilmu tentang hukum-hukum syariat yang diwajibkan oleh Allah untuk dilaksanakan oleh kaum muslim dan majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah.
Ilmu tauhid, yaitu hal-hal yang wajib diyakini oleh seorang mukallaf (orang yang telah dewasa yang wajib menjalankan hukum agama), yang terdiri dari ketuhanan, kenabian, dan hal-hal yang sam’iyyat (masalah-masalah ghaib).
Ilmu tasawuf, yaitu ilmu akhlak batin yang merupakan hal-hal yang menyelamatkan, wajib dijadikan hiasan oleh seorang hamba, dan hal-hal yang merusakkan yang mesti ditinggalkan.

Ketiga ilmu ini wajib dituntut dan dimiliki oleh setiap mukallaf, tanpa ada keringanan untuk meninggalkannya. RAsulullah SAW bersabda, “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat.” majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Beliau juga bersabda, “Carilah ilmu walaupun ke negeri Cina.”

Dan ini adalah jalan-jalan yang sederhana dalam menuntut ilmu-ilmu tersebut, dengan menggunakan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, agar mudah dipelajari oleh para pemula, baik anak-anak lelaki maupun perempuan.

Majlis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah

Kepada Allah jualah kami memohon petunjuk agar memperoleh kekuatan dan hidayah menuju jalan yang benar. Cukuplah Allah sebagai tempat berlindung dan meminta petunjuk dan pertolongan, dan Dialah sebaik-baiknya tempat berlindung dan meminta pertolongan. Tiada tuhan selain Dia dan kepada-Nya kita akan kembali.
majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Sabtu, 28 Juli 2012

Ketika Rasa Malu Telah Hilang

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, “Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman.” (HR Bukhari dan Muslim). Masih banyak hadits lain yang berbicara tentang rasa malu.

Orang yang tidak memiliki rasa malu, jiwanya akan tercoreng. Bahkan, dalam konteks rasa malu, dikatakan, manusia mempunyai dua hijab, yakni hijab umum dan hijab khusus. Hijab umum adalah rasa malu, sedang hijab khusus adalah pakaian yang menutupi aurat.
(majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Rasa malu juga merupakan bagian dari keimanan, bahkan merupakan salah satu indikator tinggi-rendahnya keimanan. Karenanya, manusia yang paling beriman, yaitu Rasulullah SAW, adalah manusia yang paling pemalu, bahkan melebihi malunya para wanita yang dalam pingitan.

Namun (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah), yang memprihatinkan, di bulan Ramadhan, yang seharusnya orang merasa lebih malu untuk berbuat sesuatu yang memalukan, justru sebagian di antara mereka mengumbar akhlaq tak terpuji itu. Salah satunya tawuran.

Dan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah), karena kuantitas dan frekuensinya yang begitu tinggi, sampai-sampai Polda Metro Jaya, misalnya, melansir ada 71 lokasi rawan tawuran di Jakarta. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol.) Rikwanto, gesekan antarwarga meningkat saat bulan puasa, terutama saat menjelang sahur.

Penyebabnya bermacam-macam, seperti ejek-ejekan, main petasan, dan lain-lain. Namun, sebab utama dari semua itu adalah hilangnya rasa malu.

Orang yang punya rasa malu tidak akan mudah mengejak orang lain. Ia akan www.majalah-alkisah.comselalu berintrospeksi, misalnya, “Jangan-jangan aku lebih memalukan daripada orang itu, maka sungguh tidak beralasan kalau aku mengejeknya.” (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Orang yang punya rasa malu tidak akan main petasan. Karena, main petasan itu dilarang oleh peraturan negara. Dan, dalam sebuah negara yang berperaturan, hanya orang yang tak bermalulah yang mau melanggar peraturan. Dampak main petasan itu banyak, dan bisa berbahaya. Misalnya, orang yang jantungan bisa mati mendadak mendengar ledakan petasan. Luka, kebakaran, dan masih banyak lagi.

Dan akhirnya, orang yang punya rasa malu tidak akan melakukan tawuran. Baik tawuran itu diliput media massa, maupun tidak (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Namun, kenyataannya, karena hilangnya rasa malu, mereka begitu gampang tawuran. Bahkan, seolah merasa bangga kalau diliput media massa. Sungguh sangat memalukan!

Jika kita berpegang pada teori risiko mayoritas, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Islam, orang-orang yang melakukan tawuran itu sebagian besar ya orang Islam. Dan jika demikian, sungguh apa yang mereka lakukan telah menodai citra Islam.

Di saat gencarnya FPI, misalnya, melakukan sweeping terhadap rumah makan yang buka di siang hari di bulan Ramdhan, pada saat yang sama di bulan puasa, hanya beda waktu, yakni di malam hari, Islam ternoda oleh aksi tawuran.

Nah, dalam hal ini, tentu akan lebih baik jika FPI, misalnya, tentu setelah berkoordinasi dan mendapat pengawalan polisi, juga melakukan sweeping terhadap mereka yang berpotensi melakukan tawuran dan penyebab tawuran. Misalnya, FPI men-sweeping petasan, dan lain-lain.

Jumat, 27 Juli 2012

Kabar Dari Gaza

Dengan kedatangan majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah keempat relawan MER-C tersebut, dalam beberapa hari ke depan pembangunan tahap kedua RSI akan segera dimulai. Direncanakan para relawan akan bekerja pada malam hari di bulan Ramadhan ini, karena suhu di Jalur Gaza yang cukup panas.

Alhamdulillah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah, hanya karena pertolongan Allah SWT, empat relawan Indonesia yang tergabung dalam Divisi Konstruksi MER-C tiba di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu, 21 Juli 2012, sekitar pukul 21.00 WIB atau pukul 16.00 waktu setempat. Setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta menuju Kairo selama 16 jam ditambah perjalanan darat selama tujuh jam dari Kairo menuju Rafah, akhirnya Tim berhasil menembus blokade Jalur Gaza dengan selamat.

Keempat relawan tersebut adalah Mulyadi, Sariyo, Sumadi, dan Wanto, yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah, yang mengemban amanah untuk memulai tahap kedua pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah Wajah haru dan bahagia terlihat dari seluruh relawan saat pertama kali bertemu dengan relawan yang saat ini sedang bertugas di Jalur Gaza. Turut menjemput para relawan tersebut di Perbatasan Rafah adalah Nur Ikhwan Abadi, Abdillah Onim, dan Muhammad Husein, yang juga relawan dari Indonesia. Majlis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah.


Wanto, pemimpin rombongan, menyatakan haru dan bahagia. Sejak 2009 mereka sudah ingin beramal shalih membantu saudara-saudaranya di Gaza, dan baru setelah tiga tahun niat tulus tersebut terlaksana, berkat izin dan pertolongan Allah SWT semata majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah. Wanto dan rekan lainnya juga tak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu perjalanan mereka, termasuk KBRI Kairo, yang secara khusus menjemput keempat relawan tersebut di Bandara International Kairo.

Dengan kedatangan keempat relawan tersebut, dalam beberapa hari ke depan pembangunan tahap kedua RSI akan segera dimulai. Direncanakan, para relawan akan bekerja pada malam hari di bulan Ramadhan ini majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah, karena suhu di Jalur Gaza yang cukup panas dalam seminggu terakhir dan akan terus meningkat dalam dua bulan ke depan. Ditambah lagi lamanya waktu puasa yang mencapai 16 jam dalam satu hari. Untuk itu, pada bulan Ramadhan ini para relawan akan bekerja sejak pukul 10 malam ba’da shalat Isya hingga dini hari.

Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia serta majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah untuk kesuksesan pembangunan RSI ini, juga agar para relawan yang saat ini berada di Jalur Gaza senantiasa diberikan pertolongan, kekuatan, dan kesabaran oleh Allah SWT, dalam melaksanakan amanah ini. Semoga amal shalih mereka khususnya, dan rakyat Indonesia yang berpartisipasi pada umumnya, mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

Senin, 16 Juli 2012

Jadwal Safari Qiyamul Layl Bersama Riyadlul Jannah

Sebagaimana mestinya yang di lakukan oleh para jama'ah Majlis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah di bulan romadhon. Yaitu melakukan safari qiyamul layl, khusus bagi jama'ah laki-laki.

Malam ke-15 Ramadhan / Jumat, 03 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Ziarah ke Makam…Al Ustadz Al Habib Anis bin Syahab (Sbelum jemb layang-Lawang) (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Qiyamul Lail… di Masjid Babussalam, ( Belakang Pasar Lawang ) (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke-17 Ramadhan / Ahad, 05 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Ziarah ke Makam…Mbah Thahir Bungkuk- Kec. Singasari – Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Qiyamul Lail… di Masjid AT-Thahiriyyah Bungkuk - Kec. Singasari – Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke-19 Ramadhan / Selasa, 07 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Ziarah ke Makam…Mbah Batu, Banaran, Bumi Aji, Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Qiyamul Lail…di Masjid An – Nur, Alun alun Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke-21 Ramadhan / Kamis, 09 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Khotmil Qur’an dan Haul Ahli Badar (ba’da shalat tarawih) (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Tempat : Ponpes Salafiyyah (Mbah Kyai Abdul Hamid) Pasuruan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Qiyamul Lail…di Masjid Jami’ AL-Anwar Alun-Alun Kota Pasuruan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara III : Ziarah para auliya’ di sekitar kabupaten Pasuruan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Tempat : 1. Makam Habib Ja’far As-Segaf (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
2. Mbah Slaga (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
3. Makam Segoro Puro (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
4. Makam Mbah Semendi (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke-23 Ramadhan / Sabtu, 11 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Ziarah ke Makam…Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad bil Faqih Kasin-Kota Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Qiyamul Lail…di Masjid Roisiyah Jl.Juanda Kota Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke-25 Ramadhan / Senin, 13 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Ziarah ke Makam… Ki Ageng Gribik, Lesanpuro, Sawojajar – Kota Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Qiyamul Lail …di Masjid Hidayatul Muttaqin, Bunut Kidul, Kec. Pakis-Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke-27 Ramadhan / Rabu, 15 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Ziarah ke Makam… Syech Abu Dzariin, Tlogo Waru, Kedung Kandang – Kota Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Qiyamul Lail…di PP. Komp. Makam Syech Abu Dzariin, Tlogo Waru, Kd Kandang - Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke-29 Ramadhan / Ahad, 28 Agustus 2012 (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara I : Shalat Tarawih bersama Gus H. Abd Rochim Syadzily (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Tempat : Pon Pes Riyadlul Jannah Pendem-Junrejo-Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara II : Ziarah dilanjutkan dengan khotmil qur’an (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Tempat : Makam Mbah Kyai Ahmad Syadzily Desa Pendem, Kec. Junrejo – Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Acara III : Qiyamul Lail bersama (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Tempat : Pon Pes Riyadlul Jannah Pendem-Junrejo-Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

CATATAN :
1. Jamaah (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah) Diharap Membawa kitab Suci Alqur’an dan simthut durar serta bekal sahur sendiri-sendiri
2. Kegiatan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah) di mulai jam 23.00, khusus untu malam 21 jamaah berangkat sehabis sholat tarowih
3. Kegiatan  (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)ini khusus untuk jamaah Putra

Rutinan setiap jum’at legi akan dilaksanakan pada ,10 Agustus 2012, jam 15.00
diawali sholat ashar berjamaah di pondok dan diakhiri dengan buka puasa bersama

Jumat, 17 Februari 2012

Sejarah Safari 40 Malam RIYADLUL JANNAH

Awal mulanya, majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah untuk memperoleh 40 lokasi sebagai tempat kegiatan safari 40 malam tersebut, ia menyarankan gagasan dakwahnya itu kepada para pengurus masjid.

Sekitar dua tahun sebelum wafat, Kiai Ahmad Syadzili (Kisah Ulama alKisah 07/2009), Pendem, Batu, Malang, memanggil salah seorang putranya, Gus Rohim, untuk menemuinya di dalam kamar. Saat itu, di kediaman sang kiai sedang berlangsung persiapan pelaksanaan acara Maulid Nabi SAW yang akan dilangsungkan pada hari itu. Sesampainya ia di dalam kamar, ternyata Kiai Syadzili sedang menangis haru sedemikian hebat. Sementara itu, suasana kamar terasa sangat berbeda. Semerbak wewangian memenuhi seluruh isi ruangan. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah.

Gus Rohim mendekati sang ayah. Dengan suara lirih, ayahnya mengatakan, “Rasulullah SAW baru saja datang ke sini.” Subhanallah.

Kecintaan Kiai Syadzili kepada Rasulullah SAW memang begitu mendalam. Bagi mereka yang meyakini bahwa Rasulullah SAW dapat saja menemui orang-orang tertentu secara yaqzhatan (dalam keadaan terjaga), apa yang dialami Kiai Syadzili adalah bukti bahwa Rasulullah SAW pun mencintainya.

Tahun 2000, Kiai Syadzili wafat. Gus Rohim, putranya, kini melanjutkan dakwah Kiai Syadzili. Meneruskan apa yang ditekankan dalam dakwah sang ayah, dakwah Gus Rohim saat ini memang banyak menekankan ihwal menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW di hati kaum muslimin. Memang benar kata sebuah pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Mimpi Ziarah ke Makam Nabi

Di kota Malang, atau tepatnya di seantero Malang Raya, yakni Kabupaten Malang dan Kota Madya Malang, nama Gus Rohim cukup dikenal sebagai tokoh ulama kharismatis dengan gebrakan dakwahnya Safari Maulid 40 Malam majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah.

Acara tersebut diselenggarakan secara berkeliling selama 40 malam berturut-turut, dari kota ke kota, dari desa ke desa, dari masjid ke masjid, dan dari mushalla ke mushalla, ketika datangnya bulan Rabi’ul Awwal, atau bulan Maulid. Selain jama’ah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah setianya yang selalu mendampingi Gus Rohim di setiap tempat penyelenggaraan acara, jama’ah dari berbagai daerah tempat disinggahinya acara tersebut juga selalu menyambut dengan penuh antusias.

Sosok Gus Rohim pemimpin majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah dikenal hangat bila bertemu siapa pun. Tutur katanya tenang tapi penuh wibawa. Lewat pribadi yang terkesan low profile ini, ribuan jama’ah dengan setia mengikuti prosesi pembacaan Maulid Simthud Durar di setiap malam penyelenggaran acara safari Maulid tersebut. Malam-malam di kota Malang pun terasa dipenuhi rasa suka cita, menyambut momentum istimewa, yaitu memperihati hari kelahiran Rasulullah SAW.

Awalnya, ia mendapat isyarat lewat mimpi. Saat itu, ia sendiri sudah memiliki majelis Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, yang telah berjalan kurang lebih selama satu tahun. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Gus Rohim bermimpi pergi berziarah ke makam Rasulullah SAW bersama para jama'ah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah. Dalam mimpinya, ia memerintahkan para jama’ah untuk mendahuluinya masuk ke ruang makam Rasulullah SAW. Setelah seluruh jama’ah sudah masuk dan telah keluar kembali dari ruang makam Rasulullah SAW, barulah ia  sendirian masuk ke makam mulia tersebut.

Dalam mimpinya itu, di hadapan makam Rasulullah SAW, Gus Rohim bermunajat hingga meneteskan air mata. Saat itu, terutama ia memohon agar mendapatkan syafa’at Rasulullah SAW.

Tiba-tiba dari dalam makam Rasulullah SAW, Rasulullah SAW mengulurkan tangan beliau yang mulia kepada Gus Rohim. Segera saja Gus Rohim mencium tangan mulia Rasulullah SAW tersebut dan terus dipegangnya erat-erat hingga ia terjaga dari tidurnya. Setelah terjaga, wangi harum tangan mulia Rasulullah SAW masih melekat di tangan Gus Rohim.

Ijazah Habib Anis

Selang beberapa bulan setelah mendapat isyarat mimpi tersebut, ia mengunjungi Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi di kota Solo. Habib Anis adalah cucu Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, penyusun kitab Maulid Simthud Durar atau terkadang disebut Maulid Al-Habsyi. Dalam kesempatan itu, Habib Anis mengijazahkan pembacaan kitab Maulid tersebut kepada Gus Rohim, sekaligus memintanya agar menyebarluaskannya di wilayah sekitar tempat tinggalnya di Malang. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Mendapatkan amanah muliau tersebut, Gus Rohim mulai membuka majelis Maulid secara istiqamah sebagai jalan dakwah bagi dirinya di tengah-tengah umat. Dalam perjalanan dakwah safari Maulid yang ia adakan, ia pada awalnya mensyiarkan Maulid Simthud Durar lewat lembaga pendidikan yang ia pimpin, yaitu Pondok Pesantren Riyadhul Jannah. Di pesantren asuhannya itu, ia menggelar majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah dengan para santri setiap malam menjelang datangnya waktu subuh.

Seiring berjalannya waktu, ia pun mulai membuka majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah untuk umum sebulan sekali, yaitu setiap Jum’at Legi malam Sabtu Pahing.

Pada awal dibukanya majelis bulanan itu, majelis tersebut hanya dihadiri beberapa orang. Namun majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah itu mendapat dukungan banyak pihak, terutama dari kalangan habaib, seperti Habib Muhammad Bin Agil dan Ustadz Anis Bin Shahab. Setelah beberapa tahun berjalan, para jama’ah yang mengikuti majelis tersebut pun berkeinginan untuk mengadakan majelis pembacaan Maulid di majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah.

Maka kemudian di sejumlah tempat mulailah dibuka majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah yang ia bina sebagai pengembangan dari majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah di kediamannya, seperti pada beberapa mushalla kecil di daerah Purwodadi, Lawang, dan Singosari. Saat itu, hari pelaksanaannya pun masih belum teratur.

Setelah berjalan beberapa bulan, permintaan majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah di tempat-tempat lainnya semakin meningkat. Akhirnya Gus Rohim berinisiatif untuk menyeragamkan hari pelaksanaannya, yaitu hari Sabtu malam Ahad. Bersama Habib Agil bin Ali Bin Agil dan Habib Anis Bin Shahab, ia mulai mengadakan safari Maulid berkeliling majelis dan daerah, hingga sampai saat ini.

Terbesar di Malang

Bulan Rabi’ul Awwal 1430 H/2009 M, Gus Rohim menggagas pelaksanaan acara Maulid secara berkeliling. Maka ditetapkanlah acara safari Maulid majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah tersebut diadakan selama 40 malam berturut-turut. Sebenarnya, kebiasaan ini sudah berlangsung lama sebagai kebiasaannya sendiri. Setiap masuk bulan Rabi’ul Awwal, ia menggelar pembacaan maulid Simthud Durar selama 40 malam berturut-turut bersama para santrinya. Kebiasaan itulah yang kemudian ia ingin tularkan kepada kaum muslimin pecinta Rasulullah SAW di kota Malang secara umum. majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah

Pada awalnya, untuk mendapat 40 tempat sebagai lokasi acara safari 40 malam tersebut, ia menawarkan gagasan dakwahnya itu kepada para pengurus masjid di sekitar kawasan Malang Raya. Tidak semuanya dapat berjalan mulus dan mudah. Karena masih banyak orang yang belum mengenal majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah.

Setelah safari Maulid 40 malam yang diselenggarakan pertama kali pada tahun 1430 H/2009 M tersebut berjalan sukses, jama’ah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah setianya semakin bertambah banyak, hingga mencapai ribuan. Itu mengakibatkan, tidak seperti saat hendak mengadakan Safari Maulid 40 Malam yang pertama, untuk Safari Maulid yang kedua, yaitu pada tahun ini, beberapa bulan sebelum dimulainya pun, jadwal 40 malam telah terisi penuh. Banyak tempat yang menyodorkan diri untuk kegiatan baik tersebut. Sampai-sampai banyak tempat yang tidak mendapatkan bagian untuk disinggahi acara itu.

Setiap malam pelaksanaan acara majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah tersebut, selain membaca Maulid Simthud Durar, jama’ah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah juga mendengarkan taushiyah dari para ulama yang berbeda-beda di setiap malamnya. Ribuan jama’ah pun mendapat siraman ruhani yang amat bermanfaat.

Semangat para jama’ah majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah begitu kentara. Meski diguyur hujan dan menahan dinginnya angin malam, mereka, yang rata-rata menggunakan kendaraan sepeda motor, baik sendiri maupun dengan keluarga, dengan setia menghampiri setiap tempat yang kedapatan disinggahi acara majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah. Lokasi acaranya sendiri kini telah meluas setidaknya sampai kota Pasuruan.

Rabu, 15 Februari 2012

Safari 40 Hari Di Majelis Maulid Wat ta’lim RIYADLUL JANNAH

majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannahTelah sampai kita di bulan mulia, bulan di mana makhluk mulia di lahirkan ke dunia ini, Rabiul Awal. Saatnya bersafari maulid 40 malam bersama Majlis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul Jannah, berikut ini jadwal safari maulid 40 malam :


 Rabu 25 Jan 12Masjid jami' Baiturrahman, Kepanjen - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Kamis 26 Jan 12PP. Al-Ma'unah (Gus Di), Swaluan,Tawang Argo, Kr. Ploso - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Jumat 27 Jan 12 Masjid As Salafiyah, Jl. Mayjen Sungkono, Gg III Kd Kandang-Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Sabtu 28 Jan 12 Masjid Assadah, Tutur, NongkoJajar -Kab. Pasuruan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Ahad 29 Jan 12 Masjid Bitul Makmur, Perum. Griya Permata Alam, Ngijo, Kr. Ploso. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Senin 30 Jan 12 Haul Mbah Jabung, Masjid Jami', Jabung - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Selasa 31 Jan 12 Masjid Miftahul Jannah, Selorejo, Dau - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Rabu 01 Feb 12Masjid Darul Falah, desa Oro Oro Ombo/barat BNS. Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Kamis 02 Feb 12 Rumah H. Riyadi/HJ. Tamah. Dsn. Brak Tawang Argo, kr. Ploso, Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Jumat 03 Feb 12 Masjid Jami' Hizbullah, Singosari - Malang- Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Sabtu 04 Feb 12Masjid Jami' Al Ibrohim, , Desa Karang Asem, Gondang Legi - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Ahad 05 Feb 12 Masjid Hidayatul Muttaqin, Bunut Kidul, Pakis - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Senin 06 Feb 12 Masjid Darul Muttaqin, Dengkol, Singosari - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Selasa 07 Feb 12 Masjid Al Falah, Areng - areng, Dadap Rejo, Junrejo - Batu ( catering bu Jito ) (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Rabu 08 Feb 12Masjid Al Asy'ari, Perliman Junrejo, Kec. Junrejo - Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Kamis 09 Feb 12 Masjid Miftahul Khoiri, Desa Wonorejo, Lawang - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Jumat 10 Feb 12Masjid Al Awwabin, Blimbing Pare Rejo, Purwodadi - Kab. Pasuruan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Sabtu 11 Feb 12Rmh H.Rochim/Hj Keni Rohmah, Andonosari, Ngko Jajar-Kab. Pasuruan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Ahad 12 Feb 12 Masjid Ro'isiyah, Jl. Juanda, Kec. Blimbing -Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Senin 13 Feb 12 Masjid Afifudin, Perum. Bumi Mondoroko Raya, Singosari - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Selasa 14 Feb 12Masjid Darussalam, desa Landung Sari,Kec. Dau - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Rabu 15 Feb 12 Makam Mbah Batu, banaran, Bumi Aji - Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Kamis 16 Feb 12 Masjid Al Mukhsinin, Sumberwuni, Lawang - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Jumat 17 Feb 12Pon Pes. Riyadlul Jannah, Pendem, Junrejo - Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Sabtu 18 Feb 12 PP. Masjid Al-Azhar, Desa Panjer, Jeru, Kec. Turen - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Ahad 19 Feb 12Masjid Darussalam, Jl. Raya Bunut Wetan, Kec. Pakis - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Senin 20 Feb 12 Masjid Jabal Rohmah, Lasah, Tawang Argo, Karangploso - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Selasa 21 Feb 12Masjid Jami' Nurul A'la, Desa Gerbo, Purwodadi - Kab.Pasuruan (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Rabu 22 Feb 12Masjid Al Muttaqin, Wukir Temas, Putuk - Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Kamis 23 Feb 12 Masjid Kampus Universitas Islam Negeri ( UIN ), Kota Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Jumat 24 Feb 12 Masjid Darul Muhtadin, Jl.Mayjen Sungkono Gg VI, Kd.Kandang-Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Sabtu 25 Feb 12 Masjid Baiturrochim, Desa Ternyang, Sumber Pucung - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Ahad 26 Feb 12Masjid KH. Moh. Said, Sono Tengah, Kebon Agung, Kec. Pakis Aji (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Senin 27 Feb 12 Masjid Jami' Ismail, Jl.Raya Bedali, Lawang - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Selasa 28 Feb 12 Kantor Balai Desa ( lapangan ) , desa Asrikaton, Kec. Pakis - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Rabu 29 Feb 12 PP. Yatim Piatu Darussa'adah, Jl. Imam Bonjol, Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Kamis 01 Mar 12 Masjid Al Ikhlas, Dsn Bendo, Desa Sukolilo, Kec. Jabung - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Jumat 02 Mar 12Masjid Hidayatullah, Jl. Raya Kagrengan, Karang Ploso - Kab. Malang (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)
Sabtu 03 Mar 12Masjid Jami' Annur, Alun-Alun - Kota Batu (majelis maulid wa ta'lim riyadlul jannah)

Malam ke 40, Ahad 04 Maret 2012, pukul 18.00 wib ( Sholat Maghrib Ponpes Riyadlul Jannah ) :
  1. Haul Akbar Sohibul Maulid, Sohibul Burdah, Sohibul Manaqib, Sohibul Majlis
  2. Pembicara :
    • Al Habib Muchdhor bin Muhammad Al Hamid, Jember - Jatim
    • Al Ustad Fikri Al Katiri, Jakarta
  3. Tempat Ponpes. Riyadlul Jannah Pendem Junrejo - Batu

Selasa, 27 Juli 2010

Majelis Maulid Wat ta’lim RIYADLUL JANNAH Se-Malang Raya


Majelis Maulid Wat Ta'lim Riyadlul jannah adalah majelis pembacaan maulid simthuduror yang di karang oleh al Habib Ali bin Muhammad bin Husin al Habsy yang di rangkai dengan majelis Ta'lim.

Berawal dari isyaroh yang di dapatkan oleh sang pengasuh yaitu KH. Abdurochim Syadzily yang mana sebelumnya beliau telah mengadakan majelis manaqib Syech Abdul Qodir Al jailani yang telah berjalan kurang lebih 1 tahun.

Beliau mendapat isyaroh bermimpi berziarah ke makam nabi Muhammad Saw. bersama - sama dengan para jama'ah, dalam mimpi beliau pengasuh memerintahkan para jama’ah untuk mendahului masuk ke makam rosululloh , setelah seluruh jama’ah selesai masuk dari maqom rosululloh baru beliau pengasuh masuk ke maqom rosululloh dengan sendirian. Sewaktu beliau pengasuh berada di hadapan maqom rosululloh (di dalam ruangan maqom rosululloh) beliau pengasuh mulai bermunajat hingga meneteskan air mata, beliau memohon syafa’at kepada rosululloh,

setelah itu beliau Rosululloh saw mengulurkan tangan beliau yang mulia kepada pengasuh, maka diciumlah tangan yang mulia Rosululloh saw sekaligus di pegang erat oleh pengasuh sampai beliau pengasuh terjaga dari tidurnya, sehingga membekas bau harum tangan yang mulia Rosululloh saw yang melekat pada tangan pengasuh. Setelah beberapa bulan dari isyaroh mimpi tersebut, beliau pengasuh berziarah kepada Habib Anis bin Alwi Al Habsy Solo yaitu salah satu dari cucu pengarang maulid simthuduror. Beliau Habib Anis bin Alwy Al habsy memberi Ijazah Kepada pengasuh untuk menyebarluaskan maulid simthuduror di daerah pengasuh.

Walhamdulillah dengan amanat yang mulia ini oleh pengasuh dilaksanakan dengan istiqomah sebagai jalan untuk dakwah. Pada awal perjalanan dakwah safari maulid yang diadakan oleh pengasuh, beliau mulai menyebarluaskan maulid simthuduror di pondok pesantren Riyadlul Jannah yang di asuh oleh beliau sendiri, beliau mengadakan pembacaan maulid dengan para santri setiap malam menjelang subuh, kemudian beliau mengadakan pembacaan maulid setiap satu bulan sekali yaitu setiap jum’at legi malam sabtu pahing.

Pada awal dibukanya majelis setiap satu bulan tersebut, hanya di hadiri oleh beberapa orang saja, yang mana majelis maulid tersebut di dukung oleh para habaib, terutama oleh habib Muhammad bin aqil dan Al Ustadz Al habib Anis bin Syihab.Setelah beberapa tahun berjalan para jama’ah yang mengikuti majelis tersebut mulai memiliki keinginan untuk mengadakan majelis pembacaan maulid di tempat mereka masing – masing, kemudian bersama dengan pengasuh kegiatan itu pun mulai terwujud.

Dimulai di mushola - mushola kecil di daerah purwodadi, lawang dan singosari, saat itu harinya pun belum teratur. Setelah berjalan beberapa bulan dengan di dasari permintaan pembacaan maulid yang mulai meningkat, oleh pengasuh acara pembacaan maulid di serempakkan harinya yaitu hari sabtu malam ahad ( setiap satu minggu sekali ) kemudian bersama dengan Al Ustadz Habib Anis bin syihab lawang dan Al Habib Aqil bin Ali bin Aqil Malang beliau pengasuh mulai mengadakan safari maulid berkeliling dari masjid ke masjid hingga sampai saat ini.

Pada bulan Robi’ul Awwal Th 1430 H (2009 M) beliau pengasuh majelis maulid wat ta’lim Riyadlul Jannah mendapatkan isyaroh untuk mengadakan safari maulid 40 malam yang sebelumnya beliau sudah memulainya sendiri yaitu setiap bulan Robi’ul awwal beliau mengadakan pembacaan maulid simthuduror 40 malam berturut – turut dengan para santri beliau. Pada awalnya untuk menunjuk 40 tempat yang akan di tempati pada safari 40 malam tersebut beliau pengasuh menawar-tawarkan kepada ta’mir masjid di sekitar malang Raya, hal itupun tidak berjalan dengan mudah karena masih banyak orang yang belum mengenal maulid simthuduror.

Setelah diadakan safari maulid 40 malam pada tahun 1430 H (2009M) jama’ah dari pada majelis maulid wat ta’lim Riyadlul jannah mulai bertambah hingga ribuan jama’ah yang mengikutinya. Akhirnya tidak seperti safari maulid 40 malam yang pertama, untuk safari maulid yang ke dua yaitu safari maulid 40 malam Th 1431 H ( 2010 M ), beberapa bulan sebelum di mulainya, jadwal 40 malam telah penuh, bahkan sampai - sampai banyak tempat yang tidak mendapatkan bagian untuk di tempati.

Inilah secuil dari kisah perjalanan majelis Maulid Wat ta’lim RIYADLUL JANNAH yang semoga majelis ini akan berjalan sampai hari akhir dan dapat membentengi umat islam dari aqidah – aqidah yang tidak benar.

Rabu, 13 Januari 2010

Istana Ilmu

Niat Istana Ilmu, membangun jiwa yang hakiki bersama para alim ulama yang kita patuhi dan kita jalankan ajarannya. Mungkin sedikit salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Jika dalam penulisan atau artikel yang saya buat maka saya pribadi mohon maaf.